Jumat, 13 September 2013

Dari Tengah Perhimak UI


Oleh Annisa Haq Nur Qur’ani (a.k.a Saho), Perhimak UI 2011
(dibuat dalam rangka Suksesi Ketua Perhimak UI 2013/2014)

Mengapa para mahasiswa yang akan mencalonkan diri menjadi Ketua Perhimak harus membuat esai tentang kepemimpinan? Saya berpikir demikian saat masih menjadi panitia suksesi. Ah, barangkali untuk formalitas saja, itu jawaban spontan yang terpikir. Ideal panitia mengatakan bahwa esai itu akan menunjukkan pemikiran-pemikiran para calon mengenai apa yang akan mereka pimpin nanti. Meliputi konsep yang mereka bawa, rencana-rencana, ide-ide baru. Bisa jadi.

Selasa, 03 September 2013

Rekaman Rasa dalam Sastra



(ditulis dalam rangka Lomba Esai Populer yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia dan Harian Pikiran Rakyat, 2 Mei 2013, meraih juara 3)
 
“Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.”

Sebuah kutipan yang dikatakan oleh Magda Peters, seorang tokoh dalam novel Bumi Manusia karya Premoedya Ananta Toer, merepresentasikan betapa pentingnya posisi satra dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Kebutuhan yang dimaksud bukan kebutuhan makanan, pakaian, maupun kebutuhan fisik lain. Kebutuhan dalam konteks kutipan tersebut maksudnya kebutuhan batin, kebutuhan akan rasa. Kebutuhan yang harus ada untuk dapat menyebut diri sebagai manusia. Agaknya kutipan tersebut juga memposisikan sastra lebih tinggi dibandingkan ilmu pengetahuan umum lainnya.

Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea

Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...