Review bab-bab awal buku “Kekerasan dan
Identitas” dan “Identitas Politik Umat Islam”
Abad 17 dan 18
menjadi era munculnya sekulerisme yang memandang agama sebagai masalah individu
dan seharusnya dipisahkan dari persoalan negara. Paham sekulerisme lahir dari
pengalaman sejarah Barat yang menemukan ketidaksesuaian antara doktrin agama
yang diatur gereja-gereja Eropa dengan penemuan-penemuan sains dan perkembangan
logika masyarakatnya. Doktrin agama dianggap usang, tidak
mampu mengikuti perkembangan zaman dan justru menghambat ilmu pengetahuan. Konflik bermunculan bersamaan menguatnya dukungan dan tuntutan atas penghargaan hak-hak individu atas kebebasan yang sebelumnya dibatasi oleh otoritas keagamaan yang kuat pengaruhnya dalam tata pemerintahan. Kritik-kritik yang dilontarkan pendukung sekulerisme memaksa otoritas keagamaan
untuk menyerahkan wewenang mereka di ruang publik dan mundur ke ruang-ruang
privat yang mengurusi sebatas individu dan komunitas kecil.