Jumat, 24 Maret 2017

Sahabatku yang Satu Itu

Janji persahabatan itu tak lama. Usai lulus SMA, sahabat yang kemana-mana bersama akan sibuk dengan urusan-urusannya. Frekuensi bicara berkurang bahkan hilang. Kedekatan hati sampai pada titik minimal. Definisi pun berubah dari forever friends jadi sekedar teman SMA.

Makanya, aku sangat senang waktu HPku bergetar karena ada WA darimu. Mentionku di Twitter sebelumnya ternyata membukakan jalan untuk silaturahim kita. Dari 'apa kabar' hingga cerita nostalgia dan di percakapan-percakapan berikutnya kita mengidentifikasi satu sama lain: kamu masih jomblo tapi sok playboy, keranjingan ngomongin politik dan ideologi, lagi pingin cepat kaya, dan butuh teman untuk jadi tempat sampah.

Jumat, 10 Maret 2017

Go Public!

Beberapa teman yang saya kasih limited access ke blog ini kadang suka tanya, "Nis, kenapa blognya nggak go public aja?"

Aduh sist, aku ndak sehumoris admin Twitter TNI_AU yang berani jawab macem-macem pertanyaan dengan kocak. Aku juga ndak secerdas penulis-penulis di mojok.co yang tulisannya menggelitik berdasar atas data, fakta, dan logika. Aku juga udah lupa tuh sekitar tiga atau empat prinsip jurnalisme yang kudu diterapkan tiap kali nulis berita layak baca. Simpelnya aku cuma remah-remah alam semesta yang nggak punya temen curhat jadi bikin blog sebagai pelariannya.

Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea

Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...