Kamis, 05 Juni 2014

Konflik Mesir: Antara Zero sum game dan Negative sum game



(ditulis dalam rangka Lomba Esai Nasional Festival Timur Tengah UI 2014. Meraih Juara Harapan 1)

3 Juli 2013 militer Mesir melakukan kudeta terhadap pemerintahan Mesir yang sah, yang dipimpin oleh Mohamed Morsi. Kudeta tersebut dipimpin oleh Jenderal Abdul Fattah Al-Sisi yang tidak lain adalah Panglima Angkatan Bersenjata Mesir sekaligus Menteri Pertahanan di kabinet Morsi.

Perseteruan antara pendukung Morsi dan pendukung militer terjadi dan merambat sampai terjadinya bentrokan kedua pihak. Tercatat 638 orang meninggal akibat bentrokan yang terjadi hingga Agustus 2013 dan korban terluka yang mencapai angka empat ribu orang sepanjang 2013. Data yang dirilis media resmi Ikhwanul Muslimin melansir jumlah korban meninggal mencapai 2.600 orang dan lebih dari sepuluh ribu orang terluka dari kedua belah pihak. Belum lagi dengan rusaknya berbagai fasilitas umum dan teror yang dirasakan masyarakat1

UKT: Akses Pendidikan Seluas-Luasnya Bagi Mereka yang Tahu



(ditulis dalam rangka penugasan pembinaan Etos Jakarta edisi April 2014)

Raut wajah para orang tua seketika berubah setelah mendengar bahwa uang pangkal (UP) masuk perguruan tinggi dihapuskan dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) diberlakukan. Mereka adalah orang tua yang hadir dalam seminar yang diselenggarakan Perhimak UI (Perhimpunan Mahasiswa Kebumen Universitas Indonesia) pada 2 Februari 2014 di Kebumen. Kebijakan yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2013 itu ternyata tidak banyak yang tahu.

Hei, Dek...



Dek, apa kabar rumah kita?
Barangkali baju-baju masih bertebaran di setiap sudut
Apa kau sudah menyapu hari ini?
Lihat kembali
Siapa tahu di balik tikar masih ada bungkus permen yang sebelumnya kau sembunyikan

Bicara Pemira



Ditulis tanggal 20 Desember 2013 

Momen Pemira sudah berakhir. Pelajaran apa yang didapat? Tentu banyak. Ada yang sebagian bisa dibagikan untuk orang lain sebagai pembelajaran, ada yang baiknya disimpan sendiri sebagai bagian dari pengukuhan akan prinsip.

Bicara Pemira di UI, orang seakan terbius dengan hingar-bingar pesta demokrasi, bagi yang peduli. Yang tidak silakan tetap melenggang dengan tenang di koridor-koridor yang terpasang media kampanye para calon. Apakah yang peduli lantas menjadi the-man-who-know-all atau the-man-who cares-the-most? Dan yang tidak peduli menjadi the-man-who-doesn’t-know-anything? Tidak juga kan? Partisipasi, peduli tidak peduli, terhadap politik kampus toh juga tidak bisa direfleksikan dengan partisipasi di politik nasional. Apakah jumlah mahasiswa yang menggunakan hak suaranya di Pemira UI jumlahnya sama dengan jumlah pengguna hak suara di Pemilu 2014 nanti? Saya yakin bedanya akan sangat jauh.

Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea

Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...