Mengamati lewat
media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya
kegelisahan di kepala bisa terasa lebih sederhana jika dituangkan dalam
tulisan. Tetapi semakin mempelajari isu, semakin mencoba melihat dari berbagai
sudut pandang melalui diskusi-diskusi dengan kawan-kawan, semakin tidak layak
rasanya j ika semua dimampatkan dalam tulisan dua-tiga halaman.
Mostly about social, books, and personal development. No I don't talk about physics and math, but will still come if you offer me a cup of cappuccino. Thank you for visiting my page!
Senin, 30 September 2019
Minggu, 08 September 2019
Pemanfaatan Ruang Publik di Wisata Berbasis Wilayah: Pengalaman Melancong di Seoul, Korea Selatan
Abaikan judul
artikel yang kedengarannya cukup berat. Sebetulnya saya hanya mau bercerita
sedikit tentang pengalaman liburan di Seoul, ibukota Korea Selatan pada awal
Maret lalu yang selalu tertunda. Pasalnya waktu menulis cerita perjalanan, saya
kesusahan merangkup sembilan hari petualangan ke dalam satu artikel. Alhasil
saya mencoba memecahnya menjadi beberapa tulisan. Salah satunya artikel ini
yang saya tulis setelah mengikuti diskusi pariwisata di Roemah Martha Tilaar
tentang sudut pandang konsumen terhadap wisata Kebumen.
Langganan:
Postingan (Atom)
Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea
Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...
-
Once, a girl and a boy met up under a tree near a river. It would be more romantic to story-telling if the tree was a willow or cherry. B...
-
(repost, ditulis Mei 2012) Kami hanya batu sandungan Tersempil di antara raksasa-raksasa peradaban Buatmu, tentu merusak pema...