Selasa, 25 Desember 2018

Pros and Cons of Working in a Local NGO

(first published in https://digitalsenior.sg/working-in-a-local-ngo/)

Working in an NGO offers many challenges and priceless lifetime experiences, more so international ones. They have long term programs and stable funding from companies, as well as government to support them, as their programs receive international recognition for giving positive impact for its beneficiaries.

It is the same with national and  local NGOs in terms of having long term programs and giving impact, but differences in funding and recognition create different stories. Despite various issues covered, the area of coverage and availability of local resources give different dynamics in local NGOs movement.

Working in an NGO with a great cause is good, but first, we need to understand its challenges and environment so that we do not have false expectations. Here are some pros and cons if you are considering to work in a local NGO after graduation.

7 Things That Make Me Really Happy

I am trying to start my weekly writing by following writing themes from 30 Days Writing Challenge. The first theme is to write 7 things that make you really happy. It should be 10, but I can't find the rest. Having a plain character, I usually don't have certain condition for that, but since the theme requires me to write about it, here I am squishing my brain to think about some happy situations:

Senin, 10 Desember 2018

Mencari Tuhan di dalam Kosmos

Sejak dilakukannya pengukuran keliling Bumi oleh Eratosthenes pada abad ketiga SM, manusia mulai menyadari bahwa Bumi tidaklah tak terbatas. Abad-abad berikutnya dihabiskan manusia untuk berusaha memahami posisi mereka di atas bumi dan posisi bumi terhadap matahari, yang dalam perjalanannya ternyata ditemukanlah planet dan benda-benda angkasa lain yang sebelumnya tak terbayangkan.

Minggu, 28 Oktober 2018

Berwisata ke Tempat Terbaik di Dunia

Ketika menginjak Jakarta tahun 2011, saya menghabiskan tahun pertama kuliah saya untuk beradaptasi atas segala kekagetan sekaligus ketakjuban melihat langsung kehidupan Jakarta. Misalnya, anak Jakarta ke sekolah naik mobil pribadi! Anak dusun seperti saya yang berangkat-pulang sekolah naik sepeda mini atau numpang angkot, tidak menyangka bahwa kehidupan Jakarta seperti yang tayang di sinetron benar-benar nyata. Gedung-gedung tinggi berisi pegawai-pegawai berpenampilan necis-klimis. Dan kalau nonton film di bioskop! Saya sebagai anak hasil produk lokal Kebumen dan belum pernah ke bioskop merasa kesulitan dalam memproses semua perubahan di depan mata. Apalagi ketika naik KRL dari Depok menuju Jakarta dan melihat kontrasnya kehidupan di kanan-kiri rel-relnya, yang bahkan melampaui imajinasi terliar saya. Rumah-rumah kardus berimpitan di antara rel yang mengular menunju stasiun besar Manggarai.

Senin, 30 Juli 2018

Cerpen: Tanah yang Dihuni Manusia

(Pertama kali terbit di https://www.selasar.com/jurnal/32542/Cerpen:-Tanah-yang-Dihuni-Manusia Februari 2016)
Di sebuah desa yang jauh, ada sebuah pemakaman umum tempat orang-orang yang mati disemayamkan. Di areal pemakaman itu, tinggallah seorang tukang gali kubur tua bersama istrinya yang renta. Tak ada yang tahu atau peduli kemana anak-anak mereka, atau bahkan apakah mereka punya anak. Warga desa hanya tahu keduanya tinggal di sebuah pondok kecil di samping pintu masuk pemakaman.

Cerpen: Anak Kampung Kami

(Pertama diterbitkan di https://www.selasar.com/jurnal/32456/Cerpen-Anak-Kampung-Kami tanggal 6 Februari 2016)
Sepucuk surat Darmin terima dari Pak Pos sore ini. Anak keduanya, kemudian berubah status menjadi anak satu-satunya setelah peristiwa kecelakaan menimpa sang istri dan si sulung, telah sampai dengan selamat di kota. Radha, anak kedua Darmin, beberapa pekan lalu mengatakan hendak merantau. Tujuannya sama seperti beberapa orang pemuda di kampung kami yang terlebih dahulu melakukan hal serupa, mencari peruntungan demi kehidupan yang lebih baik. Aku menepuk pundak Darmin, melempar senyum yang ia sudah tahu artinya.

Complete Solitude (Travel Journal in Surumanis Beach)

(first published in https://thecoffeelicious.com/complete-solitude-93532d93adf2 at the date Feb 23, 2016)
By the time you climb down the cliff, you’ll hear a song you’ve never heard. But you know, that song is already your favorite. It’s sung by the wind, and the waves play instrument together with whispering sands when they’re getting in touch with the water.

How much price are you willing to pay to let your life go on?

(my first article published on medium.com. The date was Feb 10, 2016)

How can you possibly let go of the past? How much effort do you give? How much price are you willing to pay?

It was a cold January when I first realized that everything that I had could be gone in just seconds. A father that I loved the most, a caring family man, my greatest hero in the world (just can be compared with Batman, maybe), had passed away. I remembered having a conversation with him by phone just a day before, talking about my graduation ceremony in the next month.

Selasa, 10 Juli 2018

Pohon Kopi Solusi Pemanfaatan Lahan Hutan Bernilai Ekonomi

(artikel untuk majalah Investasi, terbitan BPMPT Kebumen bulan Juni/Juli 2018)

Tren minum kopi tengah merambah Kebumen. Kafe dan kedai kopi bermunculan. Penikmat kopi instan mulai berkenalan dengan biji kopi asli yang disangrai. Tapi kopi lokal Kebumen sendiri belum banyak dikenal. Bahkan banyak yang belum tahu bahwa kopi bisa tumbuh di Kebumen yang merupakan daerah pesisir. Padahal di sejumlah daerah di Kabupaten Kebumen terdapat kebun kopi yang dikelola petani lokal.

Sebab Pulang adalah Sebuah Keberanian

Menulis tentang hal ini sejujurnya adalah salah satu cara untuk meyakinkan diri terhadap sebuah keputusan yang saya sendiri bisa veto kapan saja. Bisa dibilang jika tulisan ini adalah bentuk pembenaran atas segala yang mungkin akan saya lakukan di masa depan, segala keputusan yang akan saya ambil. Maka mohon maaf jika ada yang menemukan tulisan ini sebagai tulisan yang angkuh, menggurui, dan barangkali juga berpandangan sempit. Umat beragama yang taat meyakinkan diri mereka bahwa agama yang mereka anut adalah paling benar agar tidak mudah goyah dan akhirnya berpindah atau tidak beragama samasekali. Demikian juga saat ini saya memposisikan tulisan ini layaknya pembenaran diri sebagai yang paling tepat, agar nantinya saya tidak lagi goyah atas segala yang telah saya putuskan.

Rabu, 30 Mei 2018

Cerpen: Ingatan

Ada wangi melati di kamarku. Samar-samar terdengar juga suara musik klasik. Bach-kah? Rachmaninov atau Schubert aku tak tahu. Cuma tahu Beethoven dan Mozart. Ayah memutarnya di ruang makan. Sebenarnya ayah fans berat Iwan Fals. Jadi kenapa tidak memutar Iwan Fals saja?

Selasa, 22 Mei 2018

Kamboja - Refleksi Perjalanan 2

Di Kamboja saya mengunjungi dua kampung yang letaknya sekitar 7-8 jam naik bus dari Phnom Penh. Mohon jangan tanya nama desanya, karena sangat susah diucapkan, apalagi ditulis mengingat hurufnya keriting-keriting. Kedua desa terletak di Distrik Memot, Provinsi Tboung Khmum, hasil pemisahan dari Provinsi Kampong Cham oleh pemerintah tahun 2013 akibat gejolak politik. Di sebelah timur, Distrik Memot berbatasan langsung dengan Vietnam.

Kamboja - Refleksi Perjalanan 1



Di suatu desa kecil di Kampong Tboung Khmum, Kamboja, kelompok muslim yang minoritas membentuk rumah-rumah panggung kecil di sekitar satu2nya masjid di seluruh desa. Masjid tak hanya jadi tempat ibadah, melainkan tempat berkumpul komunitas dalam berbagai kegiatan.

Kamis, 22 Februari 2018

Being Twenty-Something in 21st Century is Stressing. Really?

You may want to study abroad, but with the grades of yours, you don’t know which university would accept you. You see your friends do a lot of voluntary activities, like taking part in gender equality campaign, looking for donation for Green Peace activities, joining movement for peace in Middle East, or feeding the poor. Some other friends are even building startups. Seems cool, working on their laptop all the time, hanging out in cafes, talking about tech or some languages you don’t understand. You hear they got a huge investment. All of them are cool, but you can’t decide which one really suits you.

Padi Gabug Menantang Langit



Semakin padi berisi, semakin ia merunduk. Yang tak berisi alias padi gabug akan tak tahu malu menatap tegak ke atas, menantang langit. Barangkali jadi gabug pun mengerti, itulah satu-satunya cara ia terlihat tinggi.

Minggu, 21 Januari 2018

Target Oriented dalam Dakwah

Dalam Alquran terdapat 3 panggilan spesial dari Allah: yaa ayyuhannas, yaa ayyuhalladzina amanu, dan yaa ayyuhal kaafiruun. Yang pertama, yaa ayyuhannas, adalah panggilan atau seruan kepada manusia. Semua yang manusia dan yang masih merasa manusia. Kedua, yaa ayyuhalladzina amanu adalah seruan bagi orang-orang yang beriman. Mereka yang mengimani Allah, rasulNya, dan hari akhir. Dan terakhir, yaa ayyuhal kaafiruun yang merupakan seruan bagi orang-orang kafir.

Perfect Day

Right after I start swaying the pedals, all things become much slower. I didn’t realize that it’s almost the harvest time on the field. The green paddy fields turn into yellow and some of the plants fall down as a sign of being ready to be harvested. Grandpa must be expecting a good harvest this time, after some bitter experiences of the previous harvest. Last year his fields didn’t fruit as much as he wished. This year harvest should be able to cover up all the efforts he and his fellow farmers made. I never knew that biking could be this fun.

Kamis, 18 Januari 2018

Selangkah PadaMu, Seribu Langkah Padaku

Beberapa waktu lalu aku bersua dengan teman-teman satu lingkaran dalam kelompok religius (sebut saja halaqah). Saat itu setelah lama tidak saling kontak, aku merasakan sekali ada gap/jarak dalam ilmu agama kami, yang berakibat pada perbedaan sudut pandang dan pendekatan dalam memahami dan melaksanakan syiar. Obrolan kemudian menjadi tidak seimbang ketika persoalan akidah mulai dipertanyakan.

Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea

Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...