Sabtu, 23 April 2016

The Way He Loves Me

Langit malam Kota Yogyakarta menjadi pemandangan tanpa batas. Aku tidak peduli pada suara tokek yang terkadang berisik atau pada suara jangkrik dan teman-teman komunitas sawahnya. Sekali ini aku juga tidak peduli pada cerita horor yang pernah kudengar dari teman-teman atau yang belakangan sempat sedikit kubaca di internet. Lampu depan sudah kunyalakan sebelum naik ke lantai tiga pondok kayu ini dan membuka jendelanya lebar-lebar. Di malam yang cerah tak berawan ini, aku ingin berduaan saja.

Lelaki yang Mampir Minum Kopi

Lelaki bilang mereka masing-masing berbeda dari yang lainnya. Mendekat atas nama persahabatan, lalu memberi nyaman. Saat nyaman sudah tertanam dalam diri perempuan, mereka pun pergi.
Juga atas nama persahabatan.

Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea

Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...