Mostly about social, books, and personal development. No I don't talk about physics and math, but will still come if you offer me a cup of cappuccino. Thank you for visiting my page!
Sabtu, 23 April 2016
The Way He Loves Me
Langit malam Kota Yogyakarta menjadi pemandangan tanpa batas. Aku tidak peduli pada suara tokek yang terkadang berisik atau pada suara jangkrik dan teman-teman komunitas sawahnya. Sekali ini aku juga tidak peduli pada cerita horor yang pernah kudengar dari teman-teman atau yang belakangan sempat sedikit kubaca di internet. Lampu depan sudah kunyalakan sebelum naik ke lantai tiga pondok kayu ini dan membuka jendelanya lebar-lebar. Di malam yang cerah tak berawan ini, aku ingin berduaan saja.
Lelaki yang Mampir Minum Kopi
Lelaki
bilang mereka masing-masing berbeda dari yang lainnya. Mendekat atas nama
persahabatan, lalu memberi nyaman. Saat nyaman sudah tertanam dalam diri
perempuan, mereka pun pergi.
Juga
atas nama persahabatan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea
Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...