Aku baru selesai membaca novel berjudul Dramaturgi Dovima.
Jika boleh kuringkas, isinya tentang seorang wanita yang bekerja menjadi
seorang jurnalis. Kesan yang ditampilkan dalam novel itu cenderung gelap. Tokoh
wanitanya digambarkan sekeras batu dan penyendiri. Bukan karena malu, melainkan
karena merasa bahwa dunia ini dan segala isinya bukan tempatnya seharusnya
berada. Satu-satunya yang membuatnya merasa hidup dan tempat untuk melarikan
diri dari segala kenyataan yang menyebalkan adalah pekerjaannya: jurnalis
sebuah majalah berita yang sibuk.
Mostly about social, books, and personal development. No I don't talk about physics and math, but will still come if you offer me a cup of cappuccino. Thank you for visiting my page!
Rabu, 22 April 2015
Pesta Keluarga
Apa kau menyebutku jahat dengan memintamu mengenakan topeng
terbaikmu dalam pestaku? Aku mengundangmu dalam pesta yang kuadakan. Sekalipun
sejak awal telah kau tolak, tetap kuantarkan undangan pengharapan ke depan
pintu rumahmu. Berharap kita jumpa lagi.
Kukatakan padamu, berkorbanlah demi pestaku.
Langganan:
Postingan (Atom)
Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea
Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...
-
Lagi-lagi aku menemui Aris sepulang sekolah. Di pohon kelapa dekat sungai itu, aku tahu dia juga sedang menungguku. Aku tak sabar bercerita...
-
Nanti kita bekerja keras sampai lupa bahagia. Lalu kita bangun rumah di gunung tepi laut, yang jauh, yang hanya bisa dikunjungi kalau kange...