Rabu, 22 April 2015

Dramaturgi Dovima (Reflection)

Aku baru selesai membaca novel berjudul Dramaturgi Dovima. Jika boleh kuringkas, isinya tentang seorang wanita yang bekerja menjadi seorang jurnalis. Kesan yang ditampilkan dalam novel itu cenderung gelap. Tokoh wanitanya digambarkan sekeras batu dan penyendiri. Bukan karena malu, melainkan karena merasa bahwa dunia ini dan segala isinya bukan tempatnya seharusnya berada. Satu-satunya yang membuatnya merasa hidup dan tempat untuk melarikan diri dari segala kenyataan yang menyebalkan adalah pekerjaannya: jurnalis sebuah majalah berita yang sibuk.

Pesta Keluarga

Apa kau menyebutku jahat dengan memintamu mengenakan topeng terbaikmu dalam pestaku? Aku mengundangmu dalam pesta yang kuadakan. Sekalipun sejak awal telah kau tolak, tetap kuantarkan undangan pengharapan ke depan pintu rumahmu. Berharap kita jumpa lagi.
Kukatakan padamu, berkorbanlah demi pestaku. 

Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea

Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...