Mostly about social, books, and personal development. No I don't talk about physics and math, but will still come if you offer me a cup of cappuccino. Thank you for visiting my page!
Rabu, 23 Desember 2015
Diari Resepsi -in her eyes-
Aku pernah menjadi wanita paling egois di dunia. Memintanya datang dengan membawa banyak cinderamata dan menginginkannya jadi milikku tanpa aku harus membayar apa-apa sebagai gantinya.
Aku pernah menjadi angkuh, menyilangkan lengan di dada dan mengangkat dagu ketika dia mengetuk pintu. Aku tak membelanya ketika orang tuaku bertanya apa yang ia bawa. Dan ia menundukkanku ketika dengan menatapku, ia berkata hanya membawa hidupnya dan tidak akan memberikan apa yang tidak ia bawa. Di dalam matanya, aku menemukan jalan kepatuhan dan perlindungan.
Diari Resepsi -in his eyes-
Hari ini ia adalah wanita yang paling bersedih hatinya. Tidak apa, karena setelah ini aku akan selalu membuatnya bahagia.
Hari ini ia menekan segala perasaannya dan menyimpulkannya sebagai senyum yang dikembangkan ke siapa saja. Kugenggam saja erat tangannya, membantunya mempertahankan bendungan air mata yang ingin segera tumpah. Tidak apa, karena setelah ini aku akan menjadi tempat baginya untuk menangis sepuasnya.
Rabu, 22 April 2015
Dramaturgi Dovima (Reflection)
Aku baru selesai membaca novel berjudul Dramaturgi Dovima.
Jika boleh kuringkas, isinya tentang seorang wanita yang bekerja menjadi
seorang jurnalis. Kesan yang ditampilkan dalam novel itu cenderung gelap. Tokoh
wanitanya digambarkan sekeras batu dan penyendiri. Bukan karena malu, melainkan
karena merasa bahwa dunia ini dan segala isinya bukan tempatnya seharusnya
berada. Satu-satunya yang membuatnya merasa hidup dan tempat untuk melarikan
diri dari segala kenyataan yang menyebalkan adalah pekerjaannya: jurnalis
sebuah majalah berita yang sibuk.
Pesta Keluarga
Apa kau menyebutku jahat dengan memintamu mengenakan topeng
terbaikmu dalam pestaku? Aku mengundangmu dalam pesta yang kuadakan. Sekalipun
sejak awal telah kau tolak, tetap kuantarkan undangan pengharapan ke depan
pintu rumahmu. Berharap kita jumpa lagi.
Kukatakan padamu, berkorbanlah demi pestaku.
Selasa, 31 Maret 2015
Kisah Sederhana tentang Media dan Kita
![]() |
| mpn.kominfo.go.id |
Wartawan (W)
Menteri (M)
W1 : Pak, bapak lebih suka ayam goreng apa
gulai kambing?
M : Ayam goreng
W1 : Pakai tepung atau tidak pak?
M : Pakai tepung
W1 : Model ayam goreng KFC ya pak
M : Ya kurang lebih mirip begitulah..
M : Ayam goreng
W1 : Pakai tepung atau tidak pak?
M : Pakai tepung
W1 : Model ayam goreng KFC ya pak
M : Ya kurang lebih mirip begitulah..
Headline : Menteri M
lebih suka ayam goreng KFC model Amerika dan tidak suka gulai kambing
tradisional Indonesia..
Langganan:
Postingan (Atom)
Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea
Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...
-
Once, a girl and a boy met up under a tree near a river. It would be more romantic to story-telling if the tree was a willow or cherry. B...
-
(repost, ditulis Mei 2012) Kami hanya batu sandungan Tersempil di antara raksasa-raksasa peradaban Buatmu, tentu merusak pema...
