Minggu, 28 Februari 2016

Ali Fatimah



Aku bukannya tidak suka ketika sahabat terdekat ayah berkunjung ke rumah untuk meminang. Maksudku, siapa yang cukup kurang waras untuk menolak memiliki suami yang begitu dermawan dan punya hubungan dekat dengan keluarga kita? Hanya saja aku tak merasakan kesenangan yang kupikir akan kurasakan ketika malam itu ayah Aisyah datang. Akhirnya aku hanya berdiam di kamar, tanpa punya debar-debar khusus seperti yang mungkin para gadis umumnya rasakan. Saat pada akhirnya ayahku menolak ayah Aisyah dengan halus, rasa lega pun tidak terlalu kentara. Pun demikian yang kurasakan ketika kali berikutnya dua sahabat ayah yang lain datang ke rumah.

Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea

Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...