Selasa, 23 Agustus 2016

Tentang Rasa Bukan Cinta

Oleh Muhammad Ibnu Faiz

Ini tentang rasa, bukan cinta
Akan kuungkap semua. Semua rasa bukan cinta,

Terlihat begitu berani aku mendoktrinkan rasa ini bukan cinta sedang aku tak tau pasti apa itu cinta
Bagai bocah bodoh yang ngeyel dan bersikukuh dengan pendapatnya sendiri

Surau Tahun Ini

Katamu, dzikir adalah resah dalam mimpi
Perlahan kita tumbuh menjadi kaum skeptis
Mesti bagaimana lagi?

Lari

Ada banyak kiasan di dunia ini. Mereka hanya bisa dimengerti oleh orang-orang tertentu. Orang yang peduli akan memahami atau setidaknya berusaha untuk memahami. Sedangkan yang tidak peduli akan melewatinya begitu saja, tak ambil pusing dengan mereka. Kiasan-kiasan itu membawa pesan tertentu dari pembuatnya. Bukan hanya untuk sekadar dilihat, tapi dimengerti.
Orang-orang Jawa terdahulu memiliki banyak sekali kiasan yang diselipkan dalam petuah-petuah mereka. Petuah itu kemudian disampaikan turun-temurun kepada anak cucu hingga generasi-generasi mereka selanjutnya. Bersama dengan itu, kiasan terus-menerus mengalir membawa pesan-pesan yang lestari sejak zaman nenek moyang.

Senin, 08 Agustus 2016

Respek

Respek itu susah dicari, Nis. Beda dengan pujian yang siapa pun orangnya bisa memberikan, terutama justru orang-orang yang tidak dikenal. Mereka yang tidak akrab, apalagi kalau orang Jawa, akan cenderung rikuh dan pekewuh jika mau menyebutkan kekurangan kita. Lain dengan yang akrab atau terlanjur dekat, memberi pujian langsung rasanya iyuh sekali. Respek lain. Ia didapatkan bukan dari mengumpulkan prestasi, tapi bagaimana memenuhi amanah dan janji.

Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea

Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...