Kuberi tahu kau, aku adalah legenda hidup. Kisah kehidupanku sudah terkenal di wilayah RW sini. Anak-anak sudah diperingatkan orang tua mereka agar tak mengusikku, apalagi ketika aku sedang berjemur. Siapa pun wajib menyingkir membuka jalan saat aku mau lewat. Jika tidak, tanggung sendiri akibatnya. Aku bisa membuatnya mengalami trauma berkepanjangan.
Seorang perempuan yang biasa dipanggil warga sekitar "Umi" memisahkanku dari orang tua dan saudara-saudaraku yang lain di RT sebelah. Aku masih berusia 2 bulan. Umi membawaku ke rumahnya dan melatihku mengusir tikus di warung dan dapurnya. Aku melakukannya dengan terpaksa selama berbulan-bulan sampai aku jengah. Tikus-tikus itu terlalu bodoh dan lamban. Pemburu sejati tak puas dengan mangsa yang mudah ditangkap.
Mostly about social, books, and personal development. No I don't talk about physics and math, but will still come if you offer me a cup of cappuccino. Thank you for visiting my page!
Jumat, 20 Mei 2016
Jumat, 13 Mei 2016
Amin
Aku selalu waspada dalam berdoa.
Kadang juga iseng. Menutup dengan amin beberapa harapan yang saat itu kupikir tidak mungkin. Anggap saja aku mengujinya: apakah ia benar-benar mampu menjadikanmu nyata?
Kadang juga iseng. Menutup dengan amin beberapa harapan yang saat itu kupikir tidak mungkin. Anggap saja aku mengujinya: apakah ia benar-benar mampu menjadikanmu nyata?
Langganan:
Postingan (Atom)
Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea
Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...
-
Once, a girl and a boy met up under a tree near a river. It would be more romantic to story-telling if the tree was a willow or cherry. B...
-
(repost, ditulis Mei 2012) Kami hanya batu sandungan Tersempil di antara raksasa-raksasa peradaban Buatmu, tentu merusak pema...