Katanya semalam kau mimpi yang menyenangkan
Berjalan di padang hijau yang ada ayunan terikat di dahan
Lalu kau bangun mengutuki diri yang bangun kesiangan
Hari masih gelap tapi rezeki sudah menghilang
Apakah tidur lelap menjadi sebuah dosa sekarang?
Mostly about social, books, and personal development. No I don't talk about physics and math, but will still come if you offer me a cup of cappuccino. Thank you for visiting my page!
Selasa, 18 Oktober 2016
Senin, 10 Oktober 2016
Melihat ke Belakang
Jadi, mulai dari mana ya. Kalau blog ini rumah, pasti sudah penuh sawang (sarang laba-laba). Dulu waktu membuat blog ini, sepertinya tujuannya hanya untuk menyimpan tulisan-tulisan yang kuikutsertakan ke lomba dan artikel tugas kuliah. Tapi berhubung semakin jarang ikut lomba (bahkan sekarang mandeg sama sekali) dan sudah tidak kuliah, jadinya blog ini diisi curhatan galau. Macam ABG pula. Yasudah, toh tidak ada orang lain yang membaca selain diri sendiri. Blog ini berubah fungsi jadi ajang curhat yang sewaktu-waktu bisa diakses pemiliknya dari bus, dari warung, dari sawah, dari kamar mandi, atau dari mana saja dan bisa ditertawakan sepuasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea
Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...
-
Once, a girl and a boy met up under a tree near a river. It would be more romantic to story-telling if the tree was a willow or cherry. B...
-
(repost, ditulis Mei 2012) Kami hanya batu sandungan Tersempil di antara raksasa-raksasa peradaban Buatmu, tentu merusak pema...