(Pertama kali terbit di https://www.selasar.com/jurnal/32542/Cerpen:-Tanah-yang-Dihuni-Manusia Februari 2016)
Di sebuah desa yang jauh, ada sebuah pemakaman umum tempat
orang-orang yang mati disemayamkan. Di areal pemakaman itu, tinggallah seorang
tukang gali kubur tua bersama istrinya yang renta. Tak ada yang tahu atau
peduli kemana anak-anak mereka, atau bahkan apakah mereka punya anak. Warga
desa hanya tahu keduanya tinggal di sebuah pondok kecil di samping pintu masuk
pemakaman.
