Kamis, 24 Juli 2014

Kaum Tepi Jalan



(repost, ditulis Mei 2012)

Kami hanya batu sandungan
Tersempil di antara raksasa-raksasa peradaban
Buatmu, tentu merusak pemandangan

Tanyakan pada kami : tentang mimpi
Pastilah bagimu yang batang kokoh, kami sejumput akar serabut
Atau tentang hidup
Kami jauh lebih tahu banyak daripadamu
Terutama rasanya yang pahit

Prosa Pendek (2)



14 September 2013 

Kecuali mencintaimu, aku tak punya alasan lain. Kau tempatku pulang, menyampirkan baju kerja dan menggantinya dengan kaos oblong. Kemudian bersama yang lain aku menuju halaman belakang, bermain layang-layang, terkadang cukup dengan gundu. Atau menerbangkan merpati-merpati.

Prosa Pendek (1)



23 Mei 2014 

Kita mengatakan cinta seolah kita mengerti tentangnya. Berbisik tentang kisah-kisah romantis bersama angin yang semilir lembut. Kisah-kisah yang juga tidak kita mengerti. Merambat di hujan yang dingin bersama mimpi indah yang perlahan membeku. Kita bicara tentang esok hari, yang belum tentu kita miliki. Kita bicara seolah kita menggenggamnya dalam kepalan dan mengakuinya sebagai kepastian yang benar-benar akan terjadi. 

Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea

Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...