Minggu, 04 Agustus 2019

Objektivikasi Islam dalam Kemajemukan Umat

Review bab-bab awal buku “Kekerasan dan Identitas” dan “Identitas Politik Umat Islam”


Abad 17 dan 18 menjadi era munculnya sekulerisme yang memandang agama sebagai masalah individu dan seharusnya dipisahkan dari persoalan negara. Paham sekulerisme lahir dari pengalaman sejarah Barat yang menemukan ketidaksesuaian antara doktrin agama yang diatur gereja-gereja Eropa dengan penemuan-penemuan sains dan perkembangan logika masyarakatnya. Doktrin agama dianggap usang, tidak mampu mengikuti perkembangan zaman dan justru menghambat ilmu pengetahuan. Konflik bermunculan bersamaan menguatnya dukungan dan tuntutan atas penghargaan hak-hak individu atas kebebasan yang sebelumnya dibatasi oleh otoritas keagamaan yang kuat pengaruhnya dalam tata pemerintahan. Kritik-kritik yang dilontarkan pendukung sekulerisme memaksa otoritas keagamaan untuk menyerahkan wewenang mereka di ruang publik dan mundur ke ruang-ruang privat yang mengurusi sebatas individu dan komunitas kecil.

Tahapan Pendekatan Partisipatif dalam Pengembangan Komunitas

(Resume oleh Annisa Qurani, Roemah Martha Tilaar)


"Pengembangan komunitas (community development) adalah aksi kolektif untuk sebuah hasil (result) dan dampak (output) berupa keberdayaan dari sebuah komunitas."

Ada dua unsur penting yang ditekankan pada kalimat di atas. Yang pertama adalah aksi kolekif, artinya menekankan pada kelompok, bukan bersifat individual. Yang kedua adalah berdaya, sebuah kondisi dimana komunitas memahami kondisinya sendiri, mampu membaca masalah, dan mencapai konsensus tentang permasalahan atau kebutuhan bersama.

Sabtu, 16 Maret 2019

Rumah Tangga (Prosa)

Nanti kita bekerja keras sampai lupa bahagia. Lalu kita bangun rumah di gunung tepi laut, yang jauh, yang hanya bisa dikunjungi kalau kangen. Atau waktu kita hampir mati kelaparan.

Selasa, 25 Desember 2018

Pros and Cons of Working in a Local NGO

(first published in https://digitalsenior.sg/working-in-a-local-ngo/)

Working in an NGO offers many challenges and priceless lifetime experiences, more so international ones. They have long term programs and stable funding from companies, as well as government to support them, as their programs receive international recognition for giving positive impact for its beneficiaries.

It is the same with national and  local NGOs in terms of having long term programs and giving impact, but differences in funding and recognition create different stories. Despite various issues covered, the area of coverage and availability of local resources give different dynamics in local NGOs movement.

Working in an NGO with a great cause is good, but first, we need to understand its challenges and environment so that we do not have false expectations. Here are some pros and cons if you are considering to work in a local NGO after graduation.

7 Things That Make Me Really Happy

I am trying to start my weekly writing by following writing themes from 30 Days Writing Challenge. The first theme is to write 7 things that make you really happy. It should be 10, but I can't find the rest. Having a plain character, I usually don't have certain condition for that, but since the theme requires me to write about it, here I am squishing my brain to think about some happy situations:

Senin, 10 Desember 2018

Mencari Tuhan di dalam Kosmos

Sejak dilakukannya pengukuran keliling Bumi oleh Eratosthenes pada abad ketiga SM, manusia mulai menyadari bahwa Bumi tidaklah tak terbatas. Abad-abad berikutnya dihabiskan manusia untuk berusaha memahami posisi mereka di atas bumi dan posisi bumi terhadap matahari, yang dalam perjalanannya ternyata ditemukanlah planet dan benda-benda angkasa lain yang sebelumnya tak terbayangkan.

Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea

Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...