Senin, 13 November 2017

Sengaja Pulang Malam

Mi, aku pulang lebih malam nanti. Ada keperluan yang didesak dahaga rayu setan. Barangkali sesampai rumah nanti bisa kuceritakan padamu. Perihal gelandangan-gelandangan kriwil berbaju kelabu. Mereka jadi penguasa di jalanan sepi trotoar pertokoan. Malam adalah damai. Malam adalah selimut perlindungan bagi siapa yang tak punya apa-apa.

Cerpen: Mendengarkan Epik High



Mendengarkan Epik High di daftar putar. Jangan tanya arti liriknya. Menikmati musik tidak memiliki pemahaman atas lirik sebagai prasyaratnya. Biasanya aku mendengar Epik High ketika di perjalanan dan sendirian. Terutama salah satu lagu di album terbarunya yang judulnya Home is Far Away. Sambil menatap ke luar jendela jika kebetulan aku duduk tepat di sampingnya. Dengan tempo lagu yang tidak terlalu cepat, menyamakan tempo dengan suara mesin kendaraan dan pemandangan luar jendela yang seolah ikut melesat. Seharusnya daftar putar lagu di kendaraan diisi album Epik High atau musik-musik indie bertempo medium, bukan dangdut koplo yang membikin kepala pening. Sebab perjalanan haruslah dihadapi dalam damai dan tenang.

Kamis, 14 September 2017

Rohingya: Persoalan Etnis atau Agama?

Krisis rasial yang dialami etnis Rohingya berawal dari pencabutan identitas kewarganegaraan mereka oleh pemerintah Myanmar pada 1982. Setelahnya selama tiga dekade etnis Rohingya selalu menjadi objek marginalisasi, khususnya oleh junta militer yang berkuasa. Hak-hak mereka tidak diakui karena dianggap bukan penduduk asli, walaupun mereka telah mendiami Rakhine cukup lama.

Senin, 17 April 2017

Sukses Terbesar dalam Hidupku

(dibuat sebagai persyaratan pengajuan beasiswa Master LPDP 2017)

Sejak kecil bisa dibilang saya menjalani hidup dengan sangat my way. Maksudnya, saya memilih apa yang akan saya lakukan tanpa banyak intervensi dari orang lain, termasuk orangtua. Saya memilih sendiri sekolah mana yang akan saya masuki sejak SD hingga kuliah. Melihat kondisi ekonomi keluarga yang bisa dibilang pas-pasan ketika itu, selalu memilih sekolah favorit yang biayanya lebih tinggi dari sekolah rata-rata adalah keputusan berani, kalau tidak mau dibilang tidak tahu diri. Tetapi itulah yang saya lakukan. Orangtua hanya menuntut satu hal, yaitu saya bertanggung jawab atas pilihan saya. Sejauh ini saya kira saya berhasil membuktikan bahwa pilihan-pilihan tersebut bukanlah pilihan yang salah.

Sosialisasi Penyikapan Isu Timur Tengah Melalui Kajian yang Down-to-Earth Sebagai Tindakan Preventif Radikalisme

(dibuat dalam rangka persyaratan pendaftaran beasiswa Master LPDP 2017)

Bagaimana cara menjelaskan kepada masyarakat yang awam bahwa terdapat kekuatan-kekuatan besar di tingkat global yang menggerakkan aktor-aktor yang saat ini terlibat dalam konflik di kawasan Timur Tengah? Tampaknya terlalu sulit untuk membahasakannya ke dalam kalimat-kalimat sederhana tanpa berujung pada pembahasan tentang konspirasi global, yang entah bisa kita percaya atau tidak. Akhirnya penjelasan sederhana yang dipilih untuk meringkas kisah konflik adalah dengan menggunakan identitas terkuat yang melekat di pihak-pihak yang terlibat. 

Kamis, 13 April 2017

Memang Seperti Itulah Cinta

Memang seperti itulah dakwah. 

Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah menyedot saripati energimu, sampai tulang belulangmu, sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari. 

Melihat Aksi Mahasiswa Lewat Drama Korea

Mengamati lewat media tentang bergeraknya mahasiswa, saya segera ingin menuliskannya. Rasanya kegelisahan di kepala bisa terasa lebih seder...